
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.
Aku menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat ku. Aku lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat aku. Bukannya aku orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut ku persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut.
Pahitnya persahabatan ketika aku bilang dia sahabat ku, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang aku punya dan lain-lain. Ketika ku sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan lagi.
Sahabat, sahabat di mana sahabat ku... orang slama ini aku anggap sahabat tapi...... ga tau ahhh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar